Kisah Adul Merangkak 3 Kilometer ke Sekolah ‘Tampar’ Mereka yang Malas Belajar
JAKARTA –
Udara yang dingin dan suara gemericik air yang bersautan menjadi nada alam yang
indah, bagi warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Alam yang masih asri
dan penduduknya yang ramah serta menjunjung budaya leluhur, menjadi ciri khas,
masyarakat di sini masih memegang teguh kearifan lokal. Ada yang membetot
perhatian banyak orang dari Cibadak, khususnya SDN 10 Cibadak, Sukabumi. Ya…
Muklis Abdul Kholik alias Adul. Bocah yang duduk di bangku SD ini menjadi
perhatian banyak orang.
Dengan
keterbatasan, Adul tak pernah lelah merangkak sejauh tiga kilometer dari
rumahnya menuju kelas tempat dirinya menimba ilmu. Betul, dilahirkan dengan
ketidaksempurnaan seperti bocah pada umumnya, tak membuat Adul patah arang. Justru,
keterbatasan itu menjadi motivasi untuk adul tetap menuntut ilmu. Soal medan
yang dilintasi adul menuju sekolah bukanlah mudah. Adul harus turun – naik
jalan setapak bahkan hingga melintasi jembatan bambu. Tak pelak, kisah Adul
menarik perhatian public.
"Ingin
salaman sama pak presiden, Presiden Jokowi," kata Adul di hadapan teman
dan guru-gurunya di SDN 10 Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya 2018 lalu. Selain
memiliki keterbatasan fisik, Adul juga kesulitan ketika berbicara. Nada
suaranya sedikit sengau, namun secara keseluruhan orang yang mengajaknya bicara
akan mengerti apa yang Adul ucapkan. "Ingin jadi pemadam kebakaran,
makanya latihan dari sekarang lari-lari, manjat-manjat, lompat-lompat," begitu kata Adul saat ditanya soal cita-cita.
Adul
memang aktif tanpa khawatir terjatuh. Kursi, tembok hingga dinding menjadi
sarana Adul untuk bergerak. Sewaktu berlari dengan dibantu tangannya, kecepatan
Adul menyamai kecepatan teman-teman seusianya. Tidak hanya di jalanan lurus, di
tanah berbukit dan terjal dia cukup lincah. Adul
merupakan anak keempat dari empat bersaudara dari pasangan Dadan Hamdani (52)
dan Pipin (48).
Semangatnya
untuk mengenyam pendidikan ini disampaikan kepada Jokowi. Saat bertemu Jokowi
di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018, Adul menyampaikan
dirinya ingin bersekolah hingga jenjang perguruan tinggi. “Adul ingin jadi
apa?” tanya Jokowi saat itu. “Ingin
sekolah sampai kuliah,” jawab Adul. Jokowi
lantas menanyakan cita-cita Adul. Pertanyaan itu lantas dijawab Adul yang
mengaku ingin menjadi seorang pemadam kebakaran. ”Untuk menolong orang,"
kata Adul, polos.
Perjuangan
Adul dalam bersekolah menjadi contoh nyata bahwa keterbatasan fisik bukan
hambatan dalam mengejar cita-cita. Seorang bocah penyandang disabilitas, yang
harus menempuh tiga kilometer saat ke sekolah, menaiki bukit dan turunan terjal
hingga jembatan bambu menjadi ‘tamparan’ keras kepada kita yang memiliki fisik
sempurna namun malas untuk belajar. Sehat terus Adul, lekas besar dan bisa
meraih cita-cita muliamu.
Oleh :
Maulana Yusuf
Komentar
Posting Komentar