Indorelawan, Lebih dari Sekadar Perantara Kebaikan
| Foto: Sumber: https://www.indorelawan.org/about-us |
Pada Agustus
2018, sekumpulan anak muda yang menyebut diri sebagai Indorelawan memunguti
sampah yang berserakan di Area Gelora Bung Karno. Setiap hari, 250 personel
mereka turunkan, disebar ke empat titik Area GBK. Dengan membawa kantong yang
dirangkai dari daun singkong, mereka memunguti sisa-sisa makanan yang terkapar
di jalan.
Area tersebut
saat itu ditunjuk sebagai pusat penyelengaraan Asian Games 2018. Di sana
tersedia 12 venue untuk tempat
pertandingan. Selain itu, beberapa zona juga dibuat sebagai tempat hiburan,
yaitu Bhin-bhin, Kaka, dan Atung. Lalu ada pula pusat kuliner, permainan, dan
panggung hiburan.
“Kami melakukan
ini karena peduli kebersihan. Apalagi kan di sini didatangi penonton dari negara
lain juga,” kata Agan, seorang relawan.
Bahkan pada
pertengahan 2020, Indorelawan berkolaborasi bersama puluhan komunitas di 46
titik wilayah Indonesia untuk mendistribusikan sembako untuk pekerja informal.
Dan hari ini, beragam aktivitas dilakukan oleh mereka sebagai perwujudan
slogannya, yaitu ubah niat baik menjadi aksi baik hari ini. Semisal
mempromosikan Festival Kerja Bakti yang akan terselenggara pada 5-12 Desember
2021, mempromosikan recruitment relawan mengajar BNPB, dan lain-lain.
Lantas, apa itu
Indorelawan? Mereka adalah sekumpulan pemuda sebagai entitas di dalamnya, yang
membangun suatu organisasi nirlaba. Indorelawan sendiri berdiri pada Agustus
2012, dan berkantor di daerah Kebayoran Baru, Jakarta selatan.
Tujuan mereka
ialah, meringankan kolaborasi antar relawan dan beragam komunitas dalam
menjalankan misi sosial melalui situs web yang mereka memiliki. Singkatnya,
Indorelawan ialah makelar kebaikan. Atau bila merujuk pada salah satu artikel
di laman KBR, Indorelawan ialah "Mak Comblang" antara organisasi atau
komunitas yang membutuhkan relawan dan orang yang berniat menjadi relawan.
Hal tersebut
menjadi unik, karena biasanya makelar selalu berhubungan dengan mobil, motor,
atau pasar karyawan. Untuk yang terakhir, kita menyebutnya, jasa outsourcing.
Kita tahu, ada
anak-anak muda yang gemar menempa diri. Beberapa dari mereka menguji nyali
dengan mendaki gunung tertinggi, beberapa lagi tenggelam dalam buku-buku, dan
yang lain bergabung dalam organisasi. Alasannya tentu saja, agar kelak mereka tumbuh
sebagai individu berkarakter kuat, dan memiliki mental yang sehat.
| Foto: Sumber: https://www.indorelawan.org/blog/?p=334 |
Nietzsche pernah
berkata bahwa, What doesn't kill you make
you stronger. Kalimat itu boleh dibilang, tak lekang oleh panas, tak lapuk
oleh hujan. Karena perjalanan hidup terkadang tak sesuai harapan kita. Selalu
ada peristiwa yang membuat menderita, tapi tetap harus dihadapi.
Semula kondisi
tersebut akan menyakitkan. Namun setelahnya bila berjumpa dengan masalah
serupa, akan terasa ringan. Karena kita pernah berhadap-hadapan dengannya, dan
di lain waktu kita menghadapinya dengan mental yang lebih stabil.
Selain itu,
setelah melewati masalah besar, masalah-masalah kecil bagaikan angin lalu
meskipun masalah tersebut tergolong baru. Katakanlah bila pernah mendaki
gunung, menyusuri pantai atau menapaki hutan bukan hal yang sulit.
Namun tak setiap
orang berhasil menghadapi masalah besar. Beberapa orang undur diri, beberapa
yang lain menghindar, dan sisanya gantung diri. Maka untuk menghadapi
masalah-masalah pelik dalam hidup, ada baiknya mempersiapkan diri sejak dini,
yaitu dengan cara menempa diri.
Setiap organisasi
memiliki visi dan misi. Dan setiap anggota organisasi dituntut aktif agar
tercapainya dua hal itu. Sedangkan di lain hal, tidak setiap orang terdidik
untuk aktif. Maka kecuali mencapai visi dan misi, organisasi juga berfungsi
untuk merangsang anggotanya agar lebih banyak bergerak.
Dengan adanya
Indorelawan, anak muda berapi-api dapat menyalurkan semangatnya menjadi suatu
hal yang baik. Mereka akan mudah mencari organisasi sebagai wadah menempa diri.
Mereka dapat memilih pergerakan positif seperti apa yang hendak dilakukan.
Ecka Pramita
Sumber:
https://www.indorelawan.org/
https://www.tribunnews.com/pestaasia/2018/08/29/komunitas-indo-relawan-telusuri-area-gelora-bung-karno-punguti-sampah-demi-kebersihan
https://kbr.id/berita/05-2016/indorelawan__bukan__mak_comblang__biasa_/80830.html
Komentar
Posting Komentar