Cita-cita Kok Youtuber! Kenapa Tidak?
Sumber Gambar: Ratnadewi.me |
Barangkali
Anda telah melupakan Rafia Fadila. Dia seorang anak yang pernah sepanggung
dengan Presiden Jokowi pada 2017. Saat itu mereka sama-sama datang di
peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru. Nama Rafia sempat naik daun
lantaran menjawab, “Jadi Youtuber, Pak!” ketika presiden bertanya,
“Cita-citanya pengen jadi apa?”
Dan
pada November 2019, dilansir dari CNBC Indonesia, ternyata Sri Mulyani, Menteri
Keuangan kita, tertimpa nasib yang serupa. Saat itu beliau berkunjung ke SDN 01
Kenari, Jakarta, dalam rangka program Kemenkeu Mengajar. Kepada murid-murid,
Ibu Sri Mulyani bertanya, “Apakah ada yang mau menjadi Dirjen Pajak?”
Kebanyakan murid menolak, dan lebih memilih Youtuber sebagai cita-citanya.
Dulu,
Anda tahu, Anak-anak yang lahir di tahun 80-90-an sering kali memilih dokter,
astronot, atau pun presiden sebagai cita-cita mereka. Bahkan orang tua mereka
acap kali berpesan, “Seriuslah belajar supaya kelak kau jadi pegawai negeri,
Nak.” Saat itu profesi tersebut memang digadang-gadang sebagai yang terbaik.
Sama halnya dengan polisi, tentara, dan profesi lain yang berada di bawah
naungan negara.
Tapi
kita tahu, zaman sering kali berubah tak tentu arah. Beberapa hal yang dulu
digemari kini tak relevan lagi, dan hal-hal yang dulu tak terpikirkan, kini
mencuat di permukaan. Salah satunya ialah profesi.
Kita
pernah mengalami masa ketika motivator mengompori para generasi bangsa untuk
mengelola hobinya agar dapat menghasilkan uang. Katanya dengan begitu,
seseorang tak perlu bekerja untuk hidup, melainkan hanya menjalankan hobinya,
dan menghidupi diri dengan hobi tersebut. Lalu tiba-tiba di antara masyarakat
kita bermunculan pelaku-pelaku bisnis berusia muda. Mereka berdagang online, mengimport
barang dari Guangzhou, menulis di blog, mengelola website, dan lain sebagainya.
Jadi,
bila generasi yang kini tengah anget-anget-nya memutuskan untuk membangun mimpi
yang berbeda, itu tentu hal yang lumrah belaka. Lagi-lagi banyak profesi baru
terlahir; sebuah ladang uang yang dulu mungkin sama sekali tidak ada di
angan-angan. Sebut saja selebgram, Vlogger, Youtuber, Graphic Designer, Tiktoker,
dan lain-lain. Zaman akan melahirkan banyak anak seperti murid-murid di SDN 01
Kenari, atau ribuan Rafia Fadila, yang ketika ditanya mengenai cita-cita, dia
akan menjawab, Youtuber.
Fenomena
tersebut tentu menjadi kegundahan tersendiri bagi orang yang masa mudanya tidak
memiliki youtube sebagai bagian dari hiburannya. Beberapa dari mereka bahkan
berceloteh, "Cita-cita kok Youtuber." Ini wajar benar. Sebab
gelombang informasi yang meluap-luap hari ini, dan membanjiri layar komputer
atau pun ponsel-ponsel membuat para sesepuh limbung. Sehingga
mekanisme-mekanisme bisnis baru yang beredar di dunia maya tidak mampu dipahami
dengan jeli.
Tidak
ada yang aneh dengan cita-cita menjadi Youtuber. Apalagi situs web berbagi
video yang didirikan oleh tiga mantan karyawan Paypal ini memang menjanjikan
secara materi. Anda bisa meraup Rp 7000,- per 1000 kali tayang dari video yang
Anda unggah. Bayangkan bila memiliki 10 video dan setiap videonya mencapai
sejuta kali tayang. Anda bisa umroh di bulan berikutnya.
Mungkin
akan muluk-muluk bila kita melihat kepada Atta Halilintar, Deddy Corbuzier, Reza
Arap, atau pun Ria Ricis. Sebab
masyarakat menggandrungi Channel Youtube mereka, tentu bukan selalu berdasarkan
konten. Melainkan popularitas mereka memang sudah dulu dikenal. Tapi tentu
bukan hal yang mustahil bila kita melirik kepada Irfan Chaniago.
Sumber
Gambar: Akun Instagram Irfanztech
Pemuda
asal Tangerang ini sejak 13 Agustus 2017 telah membuat Channel Youtube yang
bernama IrfanzTech. Anda bisa melihat profilnya di channel tersebut. Dia begitu
aktif mengunggah video-video kreatif bertema gadget, yaitu mengenai aplikasi,
game dan tips and tricks. Hingga hari ini, dia telah mengunggah 213 video di
channel-nya. Dari jumlah tersebut, secara akumulatif videonya telah ditonton
sebanyak 81,598,550 penonton. Selain itu, jumlah subscribe-nya telah mencapai
963 ribu subscriber. Artinya setiap kali ia mengunggah video baru, para
subscriber tersebut berpotensi akan berkunjung lagi ke channel-nya. Maka bila
Anda menghitung berdasarkan rumusan yang tertera di atas, bisa dibayangkan
betapa banyaknya total rupiah yang telah diraup oleh siempunya channel
tersebut.
Berdasarkan
salah satu videonya yang berjudul "Wajib Coba! 5 Aplikasi Terbaik dan
Keren November 2021", Irfan terlihat seperti pemuda yang luwes dan
menyenangkan. Dia selalu tersenyum ketika berbicara di depan layar kamera. Irfan
sadar benar segmen pasarnya. Tema yang diusung cenderung ditonton oleh anak muda,
dan kepada penonton channelnya, dia memanggil "Sob", seolah-olah
antara Irfan dan penonton sedang duduk semeja dan berbicara secara akrab. Barangkali
itu salah satu cara yang membuat penontonnya membeludak.
Selain
itu bersama kawan-kawannya, Irfan membangun sebuah tim, lalu membuat situs web
bernama irfanztech.id dan mengusung tema yang sama. Kita tahu, tidak setiap
orang nyaman dengan informasi yang didapat secara visual. Dan Irfan barangkali
juga tahu itu. Oleh karenanya, dia membuat situs web tersebut untuk menjaring
penonton yang lebih gemar membaca ketimbang menonton video.
Kendati dikelola oleh gerombolan anak muda,
irfanztech.id terlihat sangat profesional. Sebab bila mampir ke web tersebut,
lalu mengklik submenu "Tentang Kami", Anda akan menemukan kalau
mereka juga menerima pengajuan kersa sama. Selain itu juga menawarkan lowongan
kerja bagi orang-orang yang tertarik untuk bergabung bersama tim kreatifnya.
Pada
Januari 2022 kelak, Irfan bersama timnya berencana membuka program "Gabung
Kontributor". Program tersebut untuk menampung orang-orang yang gemar
menulis artikel bertema gadget.
"
Selain itu kalian juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari artikel yang
kalian buat," tulisnya, di situs web irfanztech.id
Ecka Pramita
Komentar
Posting Komentar