Pembangunan Pendidikan dari Pedalaman untuk Kemajuan Indonesia
| Foto by: Kumparan |
Parasnya yang putih
menawan menarik hati siapa saja yang melihatnya, namun sorot matanya tajam
tanda keseriusan ketika membahas masalah hak – hak masyarakat adat. Ya, Modesta
Wisa. Pelopor muda di bidang pendidikan ini, namanya semakin mencuat setelah
membentuk sekolah adat Samabue (SAS) Kalimantan Barat.
Dirinya menilai hak-hak masyarakat adat, antara lain tanah, hutan, dan
kearifan lokal kian tergerus. Minat generasi muda juga meredup, untuk belajar
adat. Realitas tersebut berpotensi membuat masyarakat tercerabut dari jati
dirinya.
Selain itu, aktifis sekaligus Dewan
Pemuda Adat Nusantara untuk Region Kalimantan ini juga merasa miris ketika
melihat para pemuda dayak satu-persatu memilih mengadu nasib ke kota, ketika
bergaul mereka enggan menggunakan bahasa ibu Dayak Kanayatn, bahkan terkesan
malu menggunakannya. Seolah tak mengenal adat, usai kuliah jarang yang mau
pulang kampung dan memilih kerja di luar kecamatan.
Pemikiran tersebut membuat Wisa, bertekad untuk terus memajukan
pendidikan. Bersama empat orang rekannya, bahu membahu mengelola SAS melalui
pola pembelajaran bersatu dengan alam, mulai dari mengajak anak – anak didiknya
mengikuti kegiatan adat di alam, seperti turun ke
sawah atau mencari bahan untuk menganyam dan memasak. Hingga saat ini, ada
kurang lebih 120 anak mengikuti kegiatan belajar mengajar tersebut.
Pendanaan pendidikan
juga dilakukan secara pribadi, tanpa melibatkan pihak manapun alhasil SAS sudah
ada di tiga kabupaten di Kalimantan Barat, yakni Kabupaten Kuburaya, Kabupaten
Ketapang, dan Kabupaten Sintang. Wisa dan kawan-kawan juga bisa berbangga
karena sekolah adat mereka mulai dicontoh.
Pemikiran dan kerja
keras Wisa juga patut dicontoh, dan menjadi teladan bagi kita sebagai generasi
penerus bangsa dan contoh revolusi
mental. Jangan takut berinovasi, dengan kemampuan dan energi positif yang
kita miliki niscaya akan bermanfaat bagi Indonesia kedepannya.
Caption
foto, Modesta Wisa (Ketua Sekolah Adat Samabue,
Kalimantan Barat). Tokoh inspiratif wanita di bidang pendidikan gagasannya memajukan
pendidikan di kalimantan, merupakan bentuk perwujudan revolusi mental bagi generasi penerus bangsa.
Penulis
: Octa
Komentar
Posting Komentar