Pejuang Lingkungan Dari Haruku, Ajarkan Pentingnya Tanah Adat
Menjaga budaya dan tradisi bukanlah
perkara mudah, dibutuhkan ketabahan dan konsistensi untuk mempertahankannya.
Adalah, Eliza Marthen Kissya Ketua Pemangku Adat Negeri Haruku, Maluku atau biasa
dipanggil Kewang. Tanpa lelah, Om Eli terus menghidupkan tradisi para
pendahulunya dengan mengedepankan kearifan lokal.
Keberaniannya, dalam menjaga tanah
adat dengan membangkitkan kembali lembaga dan hukum adat mengenai pengelolaan
lingkungan hidup agar tetap lestari dilakukannya sejak tahun 1979. Salah satu
tugasnya adalah penyempurnaan hukum sasi (larangan adat) untuk melindungi
populasi dan habitat ikan lompa di perairan Haruku.
Bukan hal aneh, jika kakek 16 cucu
ini di juluki pejuang lingkungan hidup. Berderet penghargaan diterimanya, baik
dari pihak swasta maupun pemerintahan namun tidak membuatnya jumawa. Ia tetap
berpedoman pada satu pemikiran, bahwa melestarikan lingkungan dan mengajarkan
hal tersebut kepada anak-cucu Negeri Haruku. Selain itu, manusia tanpa
lingkungan tentu akan mati.
Hal Itu juga menjadi alasan mengapa
dirinya begitu aktif membangun taman-taman konservasi di sekitar tempat
tinggalnya, baik untuk burung, ikan, dan lain sebagainya. Tangannya yang
terlihat kokoh dan suaranya yang bergetar terus berupaya mendidik masyarakat di
daerahnya, agar taat pada aturan adat. Utamanya terkait sasi, atau larangan
mengambil hasil sumber daya alam tertentu sebagai upaya pelestarian alam yaitu
laut, hutan, sungai, dan sasi dalam negeri.
Harapan yang sangat besar
terbersit, dari dalam diri Eli kedepannya anak – anak Pulau Haruku bisa menjadi
penerus perjuangan terhadap lingkungan kedepannya. Oleh sebab itu, ia selalu
menggelorakan hal – hal sederhana kepada mereka mulai dari menanam pohon hingga
membersihkan sampah di laut, juga membuat sanggar seni dan perpustakaan.
Apa yang dilakukan Eliza Marthen Kissya adalah wujud nyata yang patut ditiru oleh generasi muda, bahwasanya membangun revolusi mental jangan setengah – setengah, totalitas tanpa batas dan percayalah usaha tidak akan mengkhianati hasil. Terimakasih, pejuang lingkungan jasamu akan selalu menjadi suri tauladan.
Penulis, Octavianus Dwi Sutrisno
Komentar
Posting Komentar