Bak Singa Gurun Mengaum, Bung Karno Bersuara di Sidang PBB
Jakarta – Bung
Karno merupakan sosok penting dalam pembangunan revolusi mental dunia.
Perjuangan beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan menjadi suri tauladan bagi
bangsa, semangatnya yang berapi api bak singa gurun yang mengaum. Salah satu
sepak terjang bung Karno yang fenomenal, adalah ketika bersuara dalam sidang
PBB.
Dengan lantang,
kharismanya terlihat terpancar kuat Presiden pertama Republik Indonesia ini
mengutuk kolonialisme dan imperialisme dan mengkritik keras peran PBB yang
lebih condong ke negara barat, mendukung perlucutan senjata akibat ancaman
senjata nuklir dalam perang dingin Amerika dan Uni Soviet,serta mengusulkan
Pancasila masuk dalam piagam PBB.
Sosok bung Karno
juga mampu menaladani politik lapangan revolusi tidak berdarah yang dicontohkan
Nabi Muhamad SAW. Salah satunya lewat proklamasi, Terbukti Bapak proklamator
ini mampu menyatukan 54 negara atau kerajaan
menjadi satu atas nama Indonesia, fenomena ini belum pernah terjadi di
belahan dunia manapun.
Bahkan, Soekarno
mampu menterjemahkan piagam Madinah lewat Pancasila. Jasa - jasa beliau, tak
terlepas dari perjalanan perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan, juga
teladan bagi perjuangan bangsa lain.
Sehingga,
peringatan 61 tahun Bung Karno berdiri di depan sidang PBB adalah momentum dan
perwujudan semangat pembebasan negara
–negara Asia dan Afrika dari neokolonialisme dan imperialisme.
Salah satu
prinsip yang menjadi pedomannya yaitu "mikul duwur mendem Jero",
adalah semangat positif bung Karno yang diartikan memendam segala hal keburukan
yang bersifat manusiawi adalah langkah bijak dan seharusnya diterapkan.
Wajar jika saat
ini LIPI berencana mengajukan 2 pidato bung Karno lagi ke UNESCO, sebagai memory of the world yaitu
unity in diversity Asia Africa dan new emerging force.
Tentunya lewat moment ini diharapkan dunia dapat
mengenang kembali,melakukan peninjauan kembali serta mampu membuat perkiraan di
masa depan. Dan yang pasti relevansi Pancasila untuk tata dunia baru
Penulis: Octavianus Dwi
Sutrisno
Komentar
Posting Komentar